Pemerintah Serbia meluncurkan proyek GreenOxy pada Januari 2024, mengekspor udara segar dari Pegunungan Zlatibor ke negara-negara Uni Eropa. Sebagai langkah pertama, perusahaan startup AirSerbia memasang 120 menara penyerap CO₂ berbasis nanofiber di ketinggian 1.500 mdpl, menyaring 500 ton oksigen murni per bulan. “Setelah melalui proses pemurnian, kami kemas udara ini dalam kaleng bertekanan 10 bar dan kirim via truk berpendingin ke Wina dan Berlin,” jelas CEO AirSerbia, Marko Jovanović.
Teknologi “Panen Oksigen” yang Inovatif
Menara OxyHarvester rancangan insinyur lokal tidak hanya menangkap partikel udara bersih, tetapi juga memisahkan oksigen (95% kemurnian) dari polutan menggunakan membran graphene berefisiensi 99,8%. Berkat teknologi ini, perusahaan Jerman LuftHansa membeli 80% produksi untuk pasokan klinik terapi pernapasan di Munich dan Hamburg. Lebih lanjut, setiap kaleng 1 liter dijual seharga €50, terutama menyasar pasar wellness Eropa yang bernilai €3 miliar/tahun.
Dampak Ekonomi vs. Protes Lingkungan
Proyek ini tidak hanya menyerap 5.000 tenaga kerja di pedesaan Serbia, melainkan juga menyumbang €120 juta untuk devisa negara. Namun, di balik manfaat ekonomi, kelompok aktivis EkoBalkan melancarkan protes: “Dengan mengkomersialkan udara, keseimbangan ekosistem pegunungan akan terganggu!” Menanggapi hal tersebut, pemerintah membatasi zona panen oksigen ke 15% area Zlatibor sambil memasang drone BioGuard untuk memantau keanekaragaman hayati.
Inovasi dan Ekspansi Pasar
Tak hanya berhenti di situ, AirSerbia mengembangkan OxyVendingMachine yang mengisi ulang kaleng oksigen di stasiun kereta Eropa. Selain itu, mereka berkolaborasi dengan perusahaan Prancis AlpineAir untuk memproduksi oksigen rasa herbal menggunakan ekstrak thyme dan pinus Balkan. “Dengan target jelas, kami akan tingkatkan kapasitas produksi menjadi 1.000 ton/bulan pada 2025,” tegas Jovanović.
Regulasi dan Tantangan ke Depan
Menghadapi dinamika pasar yang berkembang, Uni Eropa sedang membahas standar ISO OxyTrade untuk mengontrol kualitas udara impor, termasuk batas maksimum partikel mikroplastik. Sebagai antisipasi, Serbia telah membangun laboratorium uji bersertifikat EU di Belgrade. Meski demikian, rencana ekspansi ke Pegunungan Alpen Slovenia dan hutan Bulgaria kini menghadapi kendala, terutama penolakan dari aktivis lingkungan setempat.