Pemerintah Shenyang menggelar pameran seni bertajuk “Wings of Harmony” di Taman Ekologi Hunhe pada 12-28 November 2025. Acara ini menampilkan 200 karya seniman lokal dan internasional yang berfokus pada konservasi burung migran. Dinas Kebudayaan Kota berkolaborasi dengan WWF China dan platform metaverse Baidu XiRang untuk menyajikan instalasi teknologi tinggi yang menggabungkan seni, data ilmiah, dan realitas augmentasi (AR).
Kurator pameran, Liu Yifei, memimpin tim yang mentransformasi data satelit pelacakan 120 spesies burung migran menjadi seni digital interaktif. “Kami mengonversi rute migrasi dan ancaman perubahan iklim menjadi visualisasi generative AI. Instalasi kinetik di pintu masuk bereaksi terhadap kadar polusi udara—semakin tinggi polusi, semakin ‘terganggu’ gerakan burung-burung logam ini,” jelas Liu. Pengunjung dapat mengunduh aplikasi Baidu XiRang untuk melihat proyeksi 3D burung red-crowned crane terbang virtual di atas danau taman.
Seniman lokal Zhang Wei (34) menyita perhatian dengan patung stainless steel setinggi 6 meter berbentuk burung spoonbill. Ia menggunakan 2.300 pisau bekas nelayan ilegal sebagai bahan utama. “Saya mengumpulkan alat tangkap ilegal ini dari operasi penertiban di Delta Sungai Liaohe. Karya ini menyimbolkan transformasi ancaman menjadi harapan,” papar Zhang. Pemerintah akan melelang 30 karya secara digital dan mengalokasikan hasilnya untuk membangun dua stasiun pemantauan burung baru.
Dinas Pendidikan Shenyang mengintegrasikan pameran ini ke dalam kurikulum sekolah. Lebih dari 50.000 siswa SD-SMP mengikuti workshop seni daur ulang dan simulasi migrasi burung. Guru SMA 27 Shenyang, Li Na, menjelaskan: “Siswa membuat replika burung dari sampah plastik sembari mempelajari dampak mikroplastik terhadap ekosistem wetland.” Hingga hari ketujuh, 180.000 pengunjung meningkatkan kunjungan wisata ekologi kota sebesar 60% dibanding tahun sebelumnya.